Pages

Friday, April 19, 2013

Melatih Kemampuan Anak untuk Berjalan

Sahabat-sahabat bunda...., selamat malam.
Kali ini saya menyapa teman-teman dengan memberikan sharing mengenai " Melatih Kemampuan Anak untuk Berjalan"

Cara melatih anak berjalan anak dengan cara di"titah"  atau dipandu berjalan yaitu meletakkan anak dalam posisi berdiri dengan orang tua / orang dewasa yang melatih berdiri di belakang anak sambil memegang kedua tangan anak. dalam proses ini rangsanglah anak untuk melangkah kedepan seperti orang berjalan. Cara merangsang ini dengan kita berkomunikasi terhadap anak, misal: "ayo kakak kita berlajar jalan, angkat kaki, ayunkan ke depan, satu, dua, tiga, berhasil.... ".

Kapan kita bisa melepas tangan anak dalam proses berlatih jalan, tangan anak bisa dilepas bila anak menunjukkan kemampuan dalam menyeimbangkan badan, cara melepasnya pelan-pelan dari satu tangan kemudian ke dua tangan. Namun apabila anak sudah terlihat kehilangan keseimbangan, orang tua atau orang dewasa yang melatih harus segera memegang tanganya. Hal ini dilakukan agar anak tidak mengalami trauma atau pengalaman negatif yang nantinya membuatnya takut mencoba berjalan .

Latihan berjalan ini dapat klita lakukan mulai anak kita berusia 9 bulan- 18 bulan. Anak bisa dilatih berjalan kapan saja dengan frekuensi yang tidak terbatas asalkan anak merasa nyaman, jangan sampai dipaksa. Oleh sebab itu, orang tua atau orang dewasa harus memahami respon anak apakah anak sedang dalam kondisi nyaman, atau dalam kondisi tak nyaman,

Sesuai dengan tumbuh kembang anak, biasanya anak bisa berjalan pada usia 12 bulan - sampai dengan 18 bulan (hal ini berbeda-bed untuk setiap anak , karena tergantung tahap perkembangan motoriknya dan bagaimana orang tua atau orang dewasa merangsang atau melatihnya). 

Sahabat bunda, demikian obrolan kita malam ini. Semoga bermanfaat.

Wednesday, April 17, 2013

Strategi membaca yang menyenangkan bagi anak usia 0 - 3 tahun

Selamat pagi,

Pagi hari yang cerah, sembari menikmati kemacetan jakarta , saya mencoba sharing pengalaman dalam melakukan strategi membaca agar anak menjadi tertarik. 

Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan dalam proses kegiatan membaca dengan anak kita yang masih berusia 0-3 tahun, agar mereka merasa nyaman, dan dapat mengoptimalkan kecerdasan sekaligus menanamkan kebiasaan membaca.

1. Bunda harus mendapatkan perhatian anak, dan fokus terhadap gambar yang sedang diperhatikan anak, caranya adalah: bunda mengatakan: " Lihat!", "sayang, Lihatlah ini!".

2. Berikanlah pertanyaan yang berupa fakta-fakta pada anak kita, seperti pertanyaan:
- " Apakah ini?"
- " Apakah yang ...(nama anak) lihat di sini ?"
- " Apa yang sedang dilakukan...(tokoh/benda/gambar  yang ada dalam buku)?"
- dlll.

3. Bunda harus sabar menunggu respon anak, kadang kala anak akan merespon dengan tersenyum saat dia mengenali gambar yang ada dalam buku, atau respon lain (tiap anak mempunyai cara merespon yang berbeda---untuk bunda harus mengetahui cara merespon anaknya). Di sini diperlukan kesabaran seorang bunda menunggu respon anak, karena respon anak akan cukup lama disebabkan kerja otak anak masih lambat , sehingga kita menunggu selesainya proses kerja otak. Mohon berhati - hati, jangan sampai melakukan proses pemotongan proses kerja otak ini, karena akan berdampak nantinya mengganggu proses berpikirnya.

4. Bunda memberikan respon balik.
Bunda memberikan respon balik terhadap respon anak. Misal anak merespon gambar dengan tersenyum, suara-suara atau kata, maka bunda mengucapkan kata seperti: "ya" kemudian berikan jawaban dengan mengulang jawaban anak dengan cara pengucapan yang baik dan benar : "ya sayang, ini burung", " Ya, ini mobil balap"
Bagaimana kalau anak salah dalam memberikan nama atau menyebut gambar? 
Bunda sebaiknya mengucapkan: " ya memang ini mempunyai roda seperti sepeda tetapi ini sebenarnya becak, Becak juga mempunyai roda" di sini diperlukan kejelian bunda untuk tidak menyalahkan anak, karena apabila ini dilakukan akan mempengaruhi perkembangan pola pikirnya dan kepercayaan dirinya.

Bunda yang terkasih, cara merespon kita sangatlah penting karena merupakan pijakan untuk mendukung perkembangan bahasa dan perkembangan kemampuan berpikirnya. Oleh sebab itu sebaiknya, orang tua memberikan kerangka dari keseluruhan bahasa dengan bahsa yang baik dan benar, sehingga ini menjadi model bagi anak kita dalam perilaku mereka berinteraksi dengan orang lain. Seiring dengan bertambah usia dan maka mereka semakin sering terlibat dalam percakapan.

Semangat pagi, selamat beraktivitas. Sukses selalu.

salam,
isti 

Tuesday, April 16, 2013

Kegiatan Membaca Anak Usia 2-3 tahun


Selamat pagi,

Pagi hari yang cerah, sembari menikmati kemacetan jakarta , saya mencoba sharing pengalaman dalam melakukan strategi membaca agar anak menjadi tertarik. 

Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan dalam proses kegiatan membaca dengan anak kita yang masih berusia 0-3 tahun, agar mereka merasa nyaman, dan dapat mengoptimalkan kecerdasan sekaligus menanamkan kebiasaan membaca.

1. Bunda harus mendapatkan perhatian anak, dan fokus terhadap gambar yang sedang diperhatikan anak, caranya adalah: bunda mengatakan: " Lihat!", "sayang, Lihatlah ini!".

2. Berikanlah pertanyaan yang berupa fakta-fakta pada anak kita, seperti pertanyaan:
- " Apakah ini?"
- " Apakah yang ...(nama anak) lihat di sini ?"
- " Apa yang sedang dilakukan...(tokoh/benda/gambar  yang ada dalam buku)?"
- dlll.

3. Bunda harus sabar menunggu respon anak, kadang kala anak akan merespon dengan tersenyum saat dia mengenali gambar yang ada dalam buku, atau respon lain (tiap anak mempunyai cara merespon yang berbeda---untuk bunda harus mengetahui cara merespon anaknya). Di sini diperlukan kesabaran seorang bunda menunggu respon anak, karena respon anak akan cukup lama disebabkan kerja otak anak masih lambat , sehingga kita menunggu selesainya proses kerja otak. Mohon berhati - hati, jangan sampai melakukan proses pemotongan proses kerja otak ini, karena akan berdampak nantinya mengganggu proses berpikirnya.

4. Bunda memberikan respon balik.
Bunda memberikan respon balik terhadap respon anak. Misal anak merespon gambar dengan tersenyum, suara-suara atau kata, maka bunda mengucapkan kata seperti: "ya" kemudian berikan jawaban dengan mengulang jawaban anak dengan cara pengucapan yang baik dan benar : "ya sayang, ini burung", " Ya, ini mobil balap"
Bagaimana kalau anak salah dalam memberikan nama atau menyebut gambar? 
Bunda sebaiknya mengucapkan: " ya memang ini mempunyai roda seperti sepeda tetapi ini sebenarnya becak, Becak juga mempunyai roda" di sini diperlukan kejelian bunda untuk tidak menyalahkan anak, karena apabila ini dilakukan akan mempengaruhi perkembangan pola pikirnya dan kepercayaan dirinya.

Bunda yang terkasih, cara merespon kita sangatlah penting karena merupakan pijakan untuk mendukung perkembangan bahasa dan perkembangan kemampuan berpikirnya. Oleh sebab itu sebaiknya, orang tua memberikan kerangka dari keseluruhan bahasa dengan bahsa yang baik dan benar, sehingga ini menjadi model bagi anak kita dalam perilaku mereka berinteraksi dengan orang lain. Seiring dengan bertambah usia dan maka mereka semakin sering terlibat dalam percakapan.

Semangat pagi, selamat beraktivitas. Sukses selalu.

salam,
isti 

Monday, April 15, 2013

Kegiatan membaca untuk anak usia 1 - 1,5 tahun

Selamat malam ....sahabat -sahabat para bunda  tersayang......

Malam ini saya mencoba meneruskan kupasan mengenai kegiatan membaca bagi anak usia 1 - 1,5 tahun. Bagi para bunda yang rajin memperhatikan perkembangan putra-putrinya , usia ini adalah usia perkembangan yang berjalan sangat pesat.

Kemampuan-kemampuan yang nampak pada usia ini adalah:

1. Anak akan nampak lebih sering bermain pura-pura. Anak akan mempergunakan benda untuk dijadikan obyek bermain pura-pura, misal menggendong boneka, menidurkan boneka, dll.

2. mulai belajar menunjuk benda dan tampak pula kemampuan untuk memberi nama pada benda-benda, misal boneka kucing diberi nama pussy, bonekanya diberi nama dede, dll.

3. kemampuan yang tampak menonjol adalah kemampuan meniru tindakan yang dilihat maupun meniru suara - suara yang didengar. Misal: main mobil-mobilan dengan menirukan bunyi mobil ngeng....ngeng, dll.

4. Anak-anak pada usia ini mulai menghubungkan benda dengan kejadian secara lengkap, misal mereka tahu dengan konsep kotak dan tutupnya, dll.

5. hal lain yang menarik, adalah mereka mulai berkembang kemampuan bahasa. Usia ini mengeluarkan banyak suara-suara   yang sepertinya tidak masuk akal tetapi bila kita teliti dengan cermat suara-suara tersebut adalah mewakili ucapan-ucapan kita.


Melihat kemampuan anak kita tersebut, para buda dapat mengoptimalkan dengan beberapa cara

1. Anak pada periode ini , sangat tertarik dengan binatang, orang dan benda-benda di sekelilingnya, oleh karena itu, hal yang perlu bunda lakukan adalah menyediakan, dan membacakan buku yang mereka kenali.

2. Anak pada priode sengan sekali menyanyi, mereka juga suka terhadap bunyi yang punya nada irama  yang ada pengulangan yang sama.

3. para bunda tetap membacakan sajak - sajak yang sudah dibacakan sejak kecil, untuk melatih imajinasinya.

4. Bunda menyiapkan buku cerita dengan cerita sederhana dan isi cerita harus berhubungan dengan kejadian dan pengalaman sehari-hari mereka.


Semoga bermanfaat.....

Sunday, April 14, 2013

Kegiatan Membaca Menyenangkan untuk Anak usia 8 bulan-1 tahun

Selamat sore bunda yang terkasih,

Kali ini saya akan melanjutkan artikel saya tentang kegiatan membaca yang menyenangkan bagi anak usia 0-3 tahun. Beberapa minggu yang lalu , saya telah membahas tentang kegiatan membaca untuk bayi sampai dengan usia 8 bulan.

Para bunda yang terkasih, tentu kita melihat bahwa anak usia 8 bulan sampai 1 tahun sudah meningkat kemampuannya, seperti anak mampu menyentuh benda dengan jari tangan, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, membolak-balikan benda, , dan melepas benda dari tangan dimana satu tangan yang lain masih memegang benda lain .

Kemampuan lain yang nampak menonjol adalah kemampuan bahasa. Di usia perkembangan ini anak mulai mampu mengucapkan kata-kata pertama, misal: papa, mam..mam,..dll. selain itu mereka juga mampu memberikan respon apabila ada pertanyaan sederhana dan perintah sederhana, misalnya: mana mata cantiknya? mana senyumnya , mana bonekanya dll.

Pada usia ini, anak juga mampu berpura-pura, misal anak menutup matanya seakan-akan tidur kemudian membuka mata lalu tersenyum, seakan-akan anak berkata: "aku tidak tidur loh, aku hanya berpura-pura". Anak juga mampu menghubungkan benda dengan kejadian, misal: anak melihat ibunya berganti baju, maka anak akan menangis, karena ia tahu kalau ibunya akan pergi.

Melihat dari perkembangan tadi, kegiatan membaca  yang harus dilakukan bunda untuk dapat mengoptimalkan kemampuan dan kecerdasan anak adalah:

1. Memilih buku dengan gambar benda atau kegiatan yang sudah bisa dilihat atau dilakukan. bahan buku ini adalah dari karton tebal dan kaku dan tempatkan di tempat yang gampang didatangi dan digunakan setiap saat. Anak usia ini akan memegang buku, membolak-balik halaman, mengeluarkan suara, dan bahkan menunjuk dengan mata yang bersinar.
2. tunjukkan dan sebut nama gambar, juga beri contoh bunyinya. Anak usia ini akan memahami, dan akan memberikan contoh suara bila dilihatkan gambar, misal : suara kwek..kwek akan disuarakan bayi bila ditunjukkan padanya gambar bebek. anak akan senang mengulang nama , suara, dari gambar yang dilihatnya.
3. Tunjuk dan sebutkan nama dengan memberi penjelasan sederhana kepada anak pada saat  anak diajak bepergian dan anak tertarik melihat sesuatu. Perlu diingat pada priode perkembangan  ini orang dewasa yang disamping anak harus selalu memberikan stimulus dan juga merespon perilaku anak dengan benar dan aktif.


Selamat mencoba,  semoga bermanfaat.








Tips Mencari Sekolah

Selamat siang .....para bunda yang baik.

Pembahasan kali ini akan mengambil topik bagaimana mencari sekolah bagi putra-putri kita . Hal ini perlu diangkat dalam topik pembahasan dalam blog saya  , karena banyak teman yang bertanya dan mengeluh susah mencari sekolah yang cocok bagi putra-putrinya.

SEKOLAH adalah sesuatu yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak kita, baik di usia dini ,  di usia remaja maupun dewasa. Pemilihan sekolah yang cocok tentu saja bukan hal mudah, oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu kita siapkan.

1. Tentukan tujuan pendidikan.

a.orang tua baik bapak dan ibu harus berdiskusi dulu dan menetapkan tujuan menyekolahkan anak. Tujuan ini sangat penting, karena masing-masing orang tua harus menentukan prioritas apa yang diprioritaskan dalam pemilihan sekolah anak, misal: yang dituju adalah pembentukan pengetahuan  (orang tua bertujuan anaknya pintar ), tujuan lain adalah pembentukan karakter, yang lain lagi misal  ilmu dan bahasa asing, atau ada yang mempunyai tujuan ilmu  pengetahuan dan pembekalan agama, atau tujuan lain, maupun kombinasi tujuan dari yang telah disebutkan. buatlah kesepakatan antara ibu dan ayah.

b.Sesudah terjadi kesepakatan antara ayah dan ibu , maka diskusikan dengan anak mengenai maksud dan tujuan tersebut , dan buatlah kesepakatan dan komitmen antara orang tua dan anak mengenai maksud dan tujuan sekolah ( cara melakukannya disesuaikan dengan usia perkembangan anak).

2. Mencari dan membuat daftar Sekolah.

Lakukanlah proses pencarian sekolah baik alamat, visi , misi , kurikulum , sistem pembelajaran, pola interaksi , fasilitas, lingkungan , jarak tempuh rumah ke sekolah dan sebaliknya dan tentu saja budget yang harus dikeluarkan bila anak kita bersekolah di tempat tersebut. (catatan: proses ini bisa dilakukan orang tua saja, bersama orang tua dan anak . semua tergantung pada usia anak).

3. Lakukan sit in /mencoba menjadi siswa di sekolah atau kunjungan ke sekolah yang ada dalam daftar.
Proses ini dilakukan bersama anak. Usahakan kita bisa melihat , mengalami proses belajar ,pola interaksi. Jangan segan - segan untuk melakukan observasi dan interview terhadap bagian yang dirasa perlu , misal: kepala sekolah, atau kepala administrasi, siswa dll.

4. Analisa dan buat skala prioritas.
proses ini dilakukan bersama dengan anak, buatlah analisa baik dari tujuan bersekolah yang telah disepakati dibandingkan dengan sekolah tujuan (visi, misi, kurikulum, sistem pembelajaran, fasilitas, pola interaksi, lingkungan, budget dll) buatlah skala prioritas. khusus untuk anak usia dini kita juga harus melihat reaksi baik body languange, perilaku  maupun perasaan anak.

5. Proses Pendaftaran dan Seleksi.
Berdasarkan hasil analisis dan daftar prioritas lakukan proses pendaftaran dan seleksi. Persiapkan mental, fisik , perlengkapan yang diperlukan.

6. Menerima hasil Seleksi.
Orang tua harus menyiapkan mental anak untuk siap menerima berita baik maupun berita buruk. Di sini peran orang tua sangat berarti, karena apabila anak gagal diterima kadangkala akan menyebabkan perasaan malu, perasaan bersalah , perasaan gagal dan lain-lain. Orang tua harus pandai memberi motivasi , jangan salahkan anak tapi doronglah, dan bersikap anak sebagi "TEMAN".

7, Persiapan memasuki sekolah baru.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah persiapan mental, persiapan fisik dan persiapan lain. Lakukan ini dengan melihat usia perkembangan anak. Khusus untuk anak usia dini, hal ini harus dilakukan bersama anak dan harus dikomunikasikan sesuai dengan bahasa anak (jangan diambil alih semua oleh orang tua atau staff orang tua).

Semoga dapat membantu, dan ingatlah "ANAK bukan MILIK kita , melainkan TITIPAN atau AMANAH dari TUHAN"

Salam hangat penuh kasih sayang......................


MEMPERSIAPKAN PUTRA-PUTRI ANDA UNTUK MENGHADAPI UJIAN

Sahabat Bunda yang terkasih........................................

Tak terasa kita telah sampai di bulan April, di mana bulan -bulan terakhir  ini adalah waktu yang sangat menegangkan bagi para bunda yang putra-putrinya sedang menghadapi ujian akhir sekolah .
untuk itu, dalam forum ini saya mencoba mengulas " Tips  bunda untuk dapat membantu putra-putrinya  sukses menghadapi ujian ".

Hal yang perlu bunda perhatikan adalah:

A. Persiapan Mental.
Persiapan mental sangat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi putra-putri anda. Secara psikologis mereka mengalami ketegangan atau stress menghadapi ujian karena biasanya mereka : merasa belum siap, takut gagal . Oleh karenanya upaya  yang harus dilakukan adalah membuat mereka merasa nyaman, misalnya: mereka diperbolehkan refreshing dg cara: mendengarkan lagu, tidak mendoktrinkan putra-putri anda dengan target yang memberatkan, memaksa putra-putri anda untuk belajar (kadang kala kita para bunda tidak sadar justru memberikan beban mental). Bantuan membuat nyaman dan kondusif  untuk mental putra - putri anda akan menciptakan suasana mental yang tidak stress, sehingga akan memgoptimalkan syaraf-syaraf berpikir putra-putri anda.

B. Persiapan Fisik.
Peran bunda adalah membantu menjaga kesehatan putra-putrinya , misalnya dengan menyiapkan asupan makanan yang bergizi dalam porsi yang benar, menyiapkan tambahan /suplemen/ vitamin sehingga menjaga stamina kesehatan putra-putri anda.  karena apabila kondisi fisik putra-putri anda prima maka kemampuan berpikirnya  menjadi optimum.

C. Persiapan Kelengkapan Peralatan.
Peran bunda adalah melakukan konfirmasi akan kelengkapan peralatan-peralatan yang diperlukan dalam ujian kepada putra-putrinya .

D, Doa.
 Satu hal ini sangat penting dilakukan para bunda adalah  berdoa agar putra-putrinya diberikan kemudahan memahami soal, mengerjakan dan membuat jawaban soal.
Hal lain adalah mengajak dan mengingatkan putra-putri anda untuk selalu berdoa baik dalam ibadah rutin harian, menambah ibadah  sunah dan selalu berdoa sebelum memulai membaca dan mengerjakan soal ujian.

Hal-hal diatas semoga dapat membantu mengurangi stress para bunda dalam mempersiapkan putra-putrinya dalam menghadapi ujian, akhir kata jangan perlihatkan kecemasan dan ketegangan bunda , karena ini akan sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan putra-putri anda.

Selamat  mencoba, sukses slalu.