Pages

Saturday, April 27, 2013

Jeda perlukah buat Ibu?

Para bunda, selamat malam, apa kabar?

Banyak kegiatan yang dilakukan bunda pada keseharian baik di rumah maupun dalam mengurus keluarga (anak dan suami). Untuk itu perlu sedikit waktu untuk jeda dari rutinitas . Aktivitas yang biasa saya lakukan ini dapat membantu menyegarkan pikiran, perasaan dan menambah energi positif. Aktivitas ini hanya memerlukan waktu 10 - 20  menit , tapi manfaatnya membuat segar baik fisik maupun psikologis .

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Berolahraga ringan, ini akan membuat tubuh lebih kencang , berenergi dan segar, karena pasokan O2 akan lebih baik dalam tubuh kita. Olahraga ringan di sini dapat dilakukan misalnya dengan bersepeda statis, lari di tempat, berjalan santai di rumah, senam ringan dll.

2. Ambil gadget ,telepon atau video chat. Berbincang selama 10 menit cukup membuat hati lebih segar, karena dapat berbagi cerita dan mengejar ketertinggalan berita atau kabar di antara teman-teman.

3. Mintalah suami, atau anak, atau orang lain untuk memijat . Memijat pada bagian yang tegang dan kaku . Hal ini dapat membuat ringan dan segar tubuh anda.

4. Sediakan dan santaplah makanan kesukaan anda tanpa ketergesaan, nikmatilah rasa dari setiap suapnya, sehingga anda akan mendapatkan sensasi dan kenikmatan.

5. Menulis atau membaca dapat meredakan emosi atau kepenatan jiwa. Menulis di buku harian atau di blog dapat meredakan emosi dan menyalurkan energi dan terapi bagi jiwa. Selain itu juga dapat dilakukan dengan membaca novel, majalah , koran, buku puisi , dll.

6. Setel musik kesukaan, mendengarkan musik , meresapi kata-kata dengan penuh rasa dapat menghilangkan energi negatif .

7. Relaksasi, ambil nafas panjang dan nikmati setiap tarikan nafas , anda akan merasa terbebas dari tekanan.

8. Manjakan diri anda dengan perawatan tubuh anda tanpa perlu ke salon kecantikan, anda bisa melakukan sendiri masker wajah, masker mata. Beberapa masker bisa anda lakukan misal dengan irisan/ parutan buah-buahan, atau campuran yoghurt, madu dan outmeal, atau dengan masker instant. Hal ini bila dilakukan sudah dapat menimbulkan kesegaran.

9. Membuka album foto lama, dengan melihat foto-foto lama, mengingatkan anda pada masa lalu yang membahagiakan, ini juga dapat sebagai terapi yang manjur untuk menambahkan energi positif.

Demikian bunda, beberpa tips yang dapat membantu anda untuk ber 'istirahat' sejenak dari kepenatan mengurus rumah tangga.


Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Friday, April 26, 2013

Pelecehan Seksual? Bagaimana cara menjelaskan kepada Anak?

Apa kabar bunda?
Doa saya mudah-mudahan para bunda selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, Aamiin.

Sahabat bunda........
Akhir- akhir ini banyak pemberitaan di koran, di televisi maupun media pemberitaan yang lain yang menceritakan tentang pelecehan seksual terhadap anak dan remaja. Ada yang dilakukan di antara siswa sekolah, guru dengan siswa, orang dewasa dengan anak atau remaja, dan lain-lain.
Oleh karena itu dalam tulisan kali saya, mencoba untuk sharing pengalaman saat saya menjelaskan hal ini terhadap anak perempuan saya sewaktu  dia masih berusia di bawah 10 tahun.

Saat itu anak saya  mengajukan pertanyaan " Ibu, apa itu pelecehan seksual ?", pertanyaan ini membuat saya terhenyak, karena ternyata ia memperhatikan berita -berita di televisi, maupun di koran-koran.
Mungkin pertanyaan ini juga muncul dari putra-putri anda. Sudah semestinya kita sebagai bunda mempunyai tugas untuk menjadi pusat informasi pendidikan seks bagi anak-anak kita. 

Hal-hal yang bisa dilakukan oleh bunda adalah

1. Memberikan pemahaman tentang menjaga diri, anak harus mengetahui bentuk perilaku- pergaulan lelaki dan perempuan  baik sebaya maupun dengan orang yang lebih dewasa dari usianya.

2. Penjelasan harus disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti tanpa vulgar dan dapat ditambahkan nilai-nilai spiritual. misalnya bunda dapat menjelaskan dari gangguan fisik , seperti :' Bila ada teman atau siapa saja yang menyentuh badan ananda pada bagian-bagian tertentu yang tidak pantas itu adalah pelecehan seksual". Biasanya ananda akan melanjutkan pertanyaan:" kalau ada yang mencolek tangan?"(Biasanya anak paham klasifikasi bagian tubuh) . Bunda dapat menjawab dengan: " Sekalipun hanya mencolek tangan (bila diperlukan tambahkan dengan  bagian terbuka lain) apabila ananda merasa tidak nyaman, ananda dapat menyatakan  ketidak sukaan kita." 

3. Biasanya ananda akan melanjutkan apa yang harus kita lakukan,  maka bunda dapat menjelaskan bahwa kita harus berani : 
a. menyampaikan dengan baik-baik, 
b. bila terpaksa berteriak,
c. Melawan (bisa diajarkan teknik -tekniknya)
d. Harus berani melaporkan kepada yang berwenang (misal: orang tua, kepala sekolah,dll).

4. Meyakinkan kepada anak , bunda adalah pendamping sejati.

5. Mengajarkan  kepada anak perilaku -perilaku yang tidak mengundang orang lain untuk berbuat tidak baik terhadap kita (biasanya saya masukkan juga unsur agama), misal: menutup aurat, cara duduk yang sopan (misal: tidak mengangkang, memakai bicycle pant saat memakai rok, dll).

6. Orang tua harus menjaga perilaku dalam pergaulan, karena anak akan meniru kita dan menjadikan kita sebagai role model dalam cara pergaulan mereka.

7. Bunda harus selalu menyertakan doa untuk keselamatan anak kita.

Akhir kata, semoga bermanfaat. Selamat berakhir pekan bersama keluarga.







Saturday, April 20, 2013

Berbeda Jarak

Semangat pagi,................

Ada kalanya karena tuntutan karir , tuntutan pendidikan dan lain-lain , membuat ayah -bunda berbeda tempat .  Keputusan ini tentu saja membuat suatu resiko yang harus dipersiapkan, dimana dalam keluarga akan mengalami ketidakhadiran secara fisik ayah atau bunda. Hal ini akan timbul kekosongan peran terutama untuk anak-anak.

Dalam menghadapi hal ini tentu saja kita harus mengambil langkah antisipatif agar hal ini tidak akan mengganggu perkembangan tumbuh kembang anak.

1. Mengisi Kekosongan Peran,

Dalam hal ini, orang tua yang tinggal bersama anak (biasanya kebanyakan bunda) harus dapat melakukan peran ganda baik sebagai ibu maupun ayah, sehingga anak tidak akan kehilangan figur. Selain itu, adalah tetap menjaga hubungan yang harmonis di antara seluruh anggota keluarga tetap diperlukan. Walaupun ayah atau ibu berada di tempat/ kota/ negara lain , sehingga secara fisik tidak berada di rumah, namun kehadiran secara psikologis dan komunikasi harus tetap dijaga untuk dilakukan.  Dalam era sekarang , hal ini tidak begitu susah karena alat teknologi begitu banyak, msalnya web cam, telepon., dll. Dapat saya contohkan sebuah keluarga yang ayahnya terpisah jauh dapat berkomunikasi dengan web cam, mereka menentukan waktu tertentu di setiap hari untuk keluarga berkumpul dan mereka melakukan komunikasi jarak jauh melalui webcam, dengan alat bantu ini anak masih dapat melihat ayahnya setiap hari dan sebaliknya, melalui kamera, sehingga secara psikologis ayah tetap hadir dalam hati anak. cara lain yang dapat dilakukan adalah membuat rekaman video tentang perilaku cerdas sang anak dan mengirimkan kepada pasangannya yang tinggal tidak serumah dengan anak.

Tips untuk tetap menjaga kedekatan hati:

1. Siapkan jadual waktu berkomunikasi. Aturlah jadual sedinamis mungkin, sehingga anak akan merasa tetap mendapat perhatian , kasih sayang, rasa dihargai oleh orang tua.

2. Lakukan komunikasi secara konsisten sesuai jadual, sehingga anak tidak kecewa setelah menunggu-nunggu jadual yang telah disepakati. cara komunikasi ini bisa dilakukan sama terus misal dengan web cam atau bisa berganti-ganti misal kadang kala dengan telepon kadang kala dengan web cam dll.

3. Buatlah kejutan di hari - hari khusus, misalnya pada hari ulang tahun anak. Ayah - ibu yang berada tidak serumah dengan anak mengirimkan hadiah , email, atau yang lain yang merupakan kejutan terhadap anak. Hal ini dapat menimbulkan perasaan bahwa anak masih diperhatikan dan tetap dibeikan curahan cinta dan kasih sayang, walaupun ayah - ibu berada jauh dari rumah.

4. Tetapkan jadual pertemuan keluarga secara utuh, misal liburan sekolah, lebaran, liburan akhir tahun atau yang lain. Hal ini diperlukan karena komunikasi dan hubungan secara fisik misal: bermain bersama, peluk cium dll sangatlah diperlukan . di sini diperlukan 'family time' yang harus berkualitas.


Ayah bunda selamat mencoba, semoga bermanfaat.

salam hangat abadi.

Bermain untuk anak usia 0 - 3 tahun

Selamat malam, sahabat terkasih.

malam ini saya mencoba sedikit mengulas mengenai cara bermain  anak bawah tiga tahun. Pada tahap  usia dini belajar dilakukan  melalui bermain. Oleh karena itu kita harus bisa memahami perkembangan anak.  pada awal kehidupan bayi , mereka tidak bisa bereaksi apa-apa kecuali menangis, kemudian tersenyum dalam merespon percakapan/ interaksi dengan  orang di sekelilingnya, dsb. Berdasarkan hal di atas maka permainan yang diberikan terhadap anak usia dini dimulai sederhana kemudian akan bertambah kompleks sesuai dengan bertambahnya usia dan pengalaman anak.

Kriteria
1. Terdapat motivasi dalam diri anak. tidak ada yang meminta - mereka bermain sendiri.
2. bebas dari tekanan .
3. Permainan harus dilakukan seperti dalam hidup sesungguhnya.
4. Lebih diutamakan untuk proses bukan hasil, sehingga di sini dituntut kesabaran.
5. Anak sebagai subyek , peran orang tua hanya sebagai supporting atau pendamping.
6. Anak terlibat aktif.

Melihat hal di atas maka permainan harus membuat anak belajar dan dapat membangun kecerdasan anak, tidak hanya sekedar bermain. Langkah yang harus diperhatikan  dalam suatu permainan adalah:

1. Anak harus memperoleh pengalaman menghubungkan hal baru dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimilikinya.

2. Anak merasa mampu melakukan permainan tersebut sesuai dengan tahap perkembangan. Kalau terlalu sulit akan frustasi, sedangkan kalau terlalu mudah , anak akan merasa bosan.

3. Anak dapat menikmati permainan, Dalam hal ini anak harus diajak berkomunikasi dalam memilih permainan.

Demikian sapaan malam ini, semoga bermanfaat.

Friday, April 19, 2013

Perlukah menggunakan "Baby Walker" ?

Para bunda yang baik....

Banyak pro dan  kontra mengenai manfaat baby walker sebagai  alat bantu melatih anak mempunyai kemampuan berjalan. Kali ini saya mencoba untuk meninjaunya dari sudut pandang dan pengalaman saya .


Sahabat , kalau kita cermati dalam baby walker terdapat tempat duduk dan dilengkapi dengan anak macam mainan yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian, bergerak-gerak kalau baby walker bergerak dan warna-warna terang, berarti baby walker sebenarnya adalah salah satu alat permainan anak-anak yang sudah mempunyai kemampuan duduk, dimana cara bermain baby walker adalah anak didudukkan di kursi yang ada di baby walker. Bukan untuk melatih kemampuan anak berjalan, karena melatih anak berjalan bisa dilakukan apabila anak sudah bisa berdiri. Dari kemampuan berdiri ini anak dilatih untuk melangkahkan kaki ke depan seperti orang dewasa berjalan. Oleh sebab itu , baby walker ini sudah dapat digunakan sejak anak usia 7 atau 8 bulan.

Hal yang perlu diingat, apabila anak bermain  dengan baby walker adalah anak jangan dibiarkan main baby walker sendirian, tetapi  harus dengan pengawasan dari orang tua, karena  tanpa pengawasan  ada kemungkinan anak akan terjatuh dan dapat mengalami cedera atau luka. Misalnya apabila anak bermain terlalu cepat, baby walker yang dinaiki anak bisa menabrak sana-sini , bisa terguling, bahkan bisa terjatuh dari tangga (jika tempat bermain anak tidak mempunyai penghalang dengan tangga).

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bermain baby walker tidak boleh dalam jangka waktu yang lama, sebab anak-anak usia ini sebenarnya  sebenarnya membutuhkan permainan yang variatif untuk melatih kemampuan motoriknya, seperti: guling-guling, tengkurap, mencoret- coret,  duduk, dan berlatih berdiri, dll. Selain itu , anak juga memerlukan bermainan yang interaktif, seperti membaca bersama, dsb.

Baiklah para bunda, mudah-mudahan ulasan kali ini membawa manfaat untuk menambah pengetahuan kita dalam memberikan permainan kepada anak kita.


Salam hangat abadi.






Melatih Kemampuan Anak untuk Berjalan

Sahabat-sahabat bunda...., selamat malam.
Kali ini saya menyapa teman-teman dengan memberikan sharing mengenai " Melatih Kemampuan Anak untuk Berjalan"

Cara melatih anak berjalan anak dengan cara di"titah"  atau dipandu berjalan yaitu meletakkan anak dalam posisi berdiri dengan orang tua / orang dewasa yang melatih berdiri di belakang anak sambil memegang kedua tangan anak. dalam proses ini rangsanglah anak untuk melangkah kedepan seperti orang berjalan. Cara merangsang ini dengan kita berkomunikasi terhadap anak, misal: "ayo kakak kita berlajar jalan, angkat kaki, ayunkan ke depan, satu, dua, tiga, berhasil.... ".

Kapan kita bisa melepas tangan anak dalam proses berlatih jalan, tangan anak bisa dilepas bila anak menunjukkan kemampuan dalam menyeimbangkan badan, cara melepasnya pelan-pelan dari satu tangan kemudian ke dua tangan. Namun apabila anak sudah terlihat kehilangan keseimbangan, orang tua atau orang dewasa yang melatih harus segera memegang tanganya. Hal ini dilakukan agar anak tidak mengalami trauma atau pengalaman negatif yang nantinya membuatnya takut mencoba berjalan .

Latihan berjalan ini dapat klita lakukan mulai anak kita berusia 9 bulan- 18 bulan. Anak bisa dilatih berjalan kapan saja dengan frekuensi yang tidak terbatas asalkan anak merasa nyaman, jangan sampai dipaksa. Oleh sebab itu, orang tua atau orang dewasa harus memahami respon anak apakah anak sedang dalam kondisi nyaman, atau dalam kondisi tak nyaman,

Sesuai dengan tumbuh kembang anak, biasanya anak bisa berjalan pada usia 12 bulan - sampai dengan 18 bulan (hal ini berbeda-bed untuk setiap anak , karena tergantung tahap perkembangan motoriknya dan bagaimana orang tua atau orang dewasa merangsang atau melatihnya). 

Sahabat bunda, demikian obrolan kita malam ini. Semoga bermanfaat.

Wednesday, April 17, 2013

Strategi membaca yang menyenangkan bagi anak usia 0 - 3 tahun

Selamat pagi,

Pagi hari yang cerah, sembari menikmati kemacetan jakarta , saya mencoba sharing pengalaman dalam melakukan strategi membaca agar anak menjadi tertarik. 

Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan dalam proses kegiatan membaca dengan anak kita yang masih berusia 0-3 tahun, agar mereka merasa nyaman, dan dapat mengoptimalkan kecerdasan sekaligus menanamkan kebiasaan membaca.

1. Bunda harus mendapatkan perhatian anak, dan fokus terhadap gambar yang sedang diperhatikan anak, caranya adalah: bunda mengatakan: " Lihat!", "sayang, Lihatlah ini!".

2. Berikanlah pertanyaan yang berupa fakta-fakta pada anak kita, seperti pertanyaan:
- " Apakah ini?"
- " Apakah yang ...(nama anak) lihat di sini ?"
- " Apa yang sedang dilakukan...(tokoh/benda/gambar  yang ada dalam buku)?"
- dlll.

3. Bunda harus sabar menunggu respon anak, kadang kala anak akan merespon dengan tersenyum saat dia mengenali gambar yang ada dalam buku, atau respon lain (tiap anak mempunyai cara merespon yang berbeda---untuk bunda harus mengetahui cara merespon anaknya). Di sini diperlukan kesabaran seorang bunda menunggu respon anak, karena respon anak akan cukup lama disebabkan kerja otak anak masih lambat , sehingga kita menunggu selesainya proses kerja otak. Mohon berhati - hati, jangan sampai melakukan proses pemotongan proses kerja otak ini, karena akan berdampak nantinya mengganggu proses berpikirnya.

4. Bunda memberikan respon balik.
Bunda memberikan respon balik terhadap respon anak. Misal anak merespon gambar dengan tersenyum, suara-suara atau kata, maka bunda mengucapkan kata seperti: "ya" kemudian berikan jawaban dengan mengulang jawaban anak dengan cara pengucapan yang baik dan benar : "ya sayang, ini burung", " Ya, ini mobil balap"
Bagaimana kalau anak salah dalam memberikan nama atau menyebut gambar? 
Bunda sebaiknya mengucapkan: " ya memang ini mempunyai roda seperti sepeda tetapi ini sebenarnya becak, Becak juga mempunyai roda" di sini diperlukan kejelian bunda untuk tidak menyalahkan anak, karena apabila ini dilakukan akan mempengaruhi perkembangan pola pikirnya dan kepercayaan dirinya.

Bunda yang terkasih, cara merespon kita sangatlah penting karena merupakan pijakan untuk mendukung perkembangan bahasa dan perkembangan kemampuan berpikirnya. Oleh sebab itu sebaiknya, orang tua memberikan kerangka dari keseluruhan bahasa dengan bahsa yang baik dan benar, sehingga ini menjadi model bagi anak kita dalam perilaku mereka berinteraksi dengan orang lain. Seiring dengan bertambah usia dan maka mereka semakin sering terlibat dalam percakapan.

Semangat pagi, selamat beraktivitas. Sukses selalu.

salam,
isti