Pages

Friday, April 26, 2013

Pelecehan Seksual? Bagaimana cara menjelaskan kepada Anak?

Apa kabar bunda?
Doa saya mudah-mudahan para bunda selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, Aamiin.

Sahabat bunda........
Akhir- akhir ini banyak pemberitaan di koran, di televisi maupun media pemberitaan yang lain yang menceritakan tentang pelecehan seksual terhadap anak dan remaja. Ada yang dilakukan di antara siswa sekolah, guru dengan siswa, orang dewasa dengan anak atau remaja, dan lain-lain.
Oleh karena itu dalam tulisan kali saya, mencoba untuk sharing pengalaman saat saya menjelaskan hal ini terhadap anak perempuan saya sewaktu  dia masih berusia di bawah 10 tahun.

Saat itu anak saya  mengajukan pertanyaan " Ibu, apa itu pelecehan seksual ?", pertanyaan ini membuat saya terhenyak, karena ternyata ia memperhatikan berita -berita di televisi, maupun di koran-koran.
Mungkin pertanyaan ini juga muncul dari putra-putri anda. Sudah semestinya kita sebagai bunda mempunyai tugas untuk menjadi pusat informasi pendidikan seks bagi anak-anak kita. 

Hal-hal yang bisa dilakukan oleh bunda adalah

1. Memberikan pemahaman tentang menjaga diri, anak harus mengetahui bentuk perilaku- pergaulan lelaki dan perempuan  baik sebaya maupun dengan orang yang lebih dewasa dari usianya.

2. Penjelasan harus disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti tanpa vulgar dan dapat ditambahkan nilai-nilai spiritual. misalnya bunda dapat menjelaskan dari gangguan fisik , seperti :' Bila ada teman atau siapa saja yang menyentuh badan ananda pada bagian-bagian tertentu yang tidak pantas itu adalah pelecehan seksual". Biasanya ananda akan melanjutkan pertanyaan:" kalau ada yang mencolek tangan?"(Biasanya anak paham klasifikasi bagian tubuh) . Bunda dapat menjawab dengan: " Sekalipun hanya mencolek tangan (bila diperlukan tambahkan dengan  bagian terbuka lain) apabila ananda merasa tidak nyaman, ananda dapat menyatakan  ketidak sukaan kita." 

3. Biasanya ananda akan melanjutkan apa yang harus kita lakukan,  maka bunda dapat menjelaskan bahwa kita harus berani : 
a. menyampaikan dengan baik-baik, 
b. bila terpaksa berteriak,
c. Melawan (bisa diajarkan teknik -tekniknya)
d. Harus berani melaporkan kepada yang berwenang (misal: orang tua, kepala sekolah,dll).

4. Meyakinkan kepada anak , bunda adalah pendamping sejati.

5. Mengajarkan  kepada anak perilaku -perilaku yang tidak mengundang orang lain untuk berbuat tidak baik terhadap kita (biasanya saya masukkan juga unsur agama), misal: menutup aurat, cara duduk yang sopan (misal: tidak mengangkang, memakai bicycle pant saat memakai rok, dll).

6. Orang tua harus menjaga perilaku dalam pergaulan, karena anak akan meniru kita dan menjadikan kita sebagai role model dalam cara pergaulan mereka.

7. Bunda harus selalu menyertakan doa untuk keselamatan anak kita.

Akhir kata, semoga bermanfaat. Selamat berakhir pekan bersama keluarga.