Pages

Wednesday, May 8, 2013

Bermain untuk Anak Usia 1,5 - 2 tahun

Semangat pagi bunda,

Perkembangan motorik, kognitif dan sosial anak semakin berkembang dari periode-ke periode lainnnya. hal ini juga nampak pada anak yang berusia 1,5-2 tahun. Pada tahap perkembangan ini akan nampak perubahan baik dari segi kognitif, sosial, motorik kasar maupun motorik halusnya, seperti anak sudah mulai mampu berfokus pada penyelesaian masalah dari tahap sebelumnya yang masih trial  and error. Kemampuan lain juga nampak berubah, dimana sebelumnya anak hanya berlatih mengisi dan  mengosongkan sekarang sudah mulai menanjak pada tahap kemampuan memasukkan benda pada lobang dengan bentuk yang sama  . Kemampuan menghubungkan satu benda dengan benda lainnya juga sudah mulai timbul. Hal ini juga diimbangi dengan peningkatan motorik kasarnya seperti: melempar bola, anak mulai lari, melompat dan jungkir balik. Selain itu beberapa perkembangan motorik halus juga mulai nampak seperti: anak mulai mengupas pisang dengan hasil kurang  sempurna, menggambar, menjahit sederhana, ataupun permainan membangun lainnya.

Melihat hal di atas, tampak perkembangan anak sudah demikian lajunya. Hal ini pasti membawa konsekuensi untuk para bunda, bahwa bunda harus lebih menyiapkan diri dalam banyak hal baik dari sisi atensi, variasi jenis permainan in door maupun outdoorn dll;  sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif, sosial, motorik kasar, maupun motorik halusnya.

Bunda terkasih, beberapa dukungan kita untuk jenis permainan anak pada tahap ini misalnya.

1. Bermain Mampu Sendiri.

Pada tahap ini , anak sudah mampu melakukan sendiri beberapa kegiatan, seperti memakai kaos kaki dan sepatu sendiri, atau yang lainnya seperti mengupas pisang, dll; walaupun hasilnya belum sempurna. dalam hal ini peran bunda adalah memberikan kepercayaan kepada anak, memotivasi dan memberikan respon positif. Hal yang harus dihindari oleh bunda adalah menyalahkan atau langsung membetulkan misal: " Melati ini kurang sempurna, yang betul seperti ini". Apabila ini dilakukan bunda , maka anak akan demotivasi dan tidak mau mengulangnya lagi karena takut salah, dan dampaknya nanti adalah anak menjadi tidak percaya diri.

2. Melukis atau Menggambar.

Hal yang perlu disiapkan bunda adalah; cat untuk melukis (bisa dibeli di toko mainan anak khusus cat yang aman untuk anak-anak, ataupun dibuat sendiri, misal : campuran tepung terigu, air dan pewarna). media untuk melukis dan tentu saja alat lukisnya (bisa kuas, dan anggota badan kita, atau kapas, potongan pelepah pisang atau yang lainnya). Di sini anak diajak untuk melihat perlengkapan permaian. Lihatlah respon anak, bila anak sudah mulai memegang salah satu alat , berilah motivasi: " Naufal, ibu lihat kamu sudah memegang kuas, sekarang Naufal  oleskan di papan  ini ya," dsb. Bunda juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba dengan cara lain, misal dengan potongan pelepah pisang. atau dengan jari dan telapak tangan atau bahkan dengan kakinya. Anak akan senang dengan eksperimennya. Apabila anak meminta bunda untuk ikut berperan serta, jangan ragu-ragu bunda juga melakukan. dan bermain bersama , namun yang perlu dijaga adalah bunda jangan mendominasi permainan.

3. Bermain pasir.

Ajaklah putra-putri anda menikmati pasir , bisa di pantai, di bak pasir besar, atau kolam pasir dll.
Pertama yang anda lakukaan adalah mengenalkan dan merasakan pasir. Misal: Zidan, mama lihat kamu memegang pasir di tanganmu, apa yang kamu rasakan " dsb, kemudia ditingkatkan dengan menginjak pasar dll. Kemudian tingkatkan menjadi mengambil pasir dengan sekop dan mencetaknya menjadi beberpa permainan atau bisa juga dengan mengambil pasir dimasukkan ke dalam permaianan kincir pasir, dll.

4. Bermain di Alam Bebas.

Ajaklah ananda ke alam bebas, ajaklah mereka untuk berlari bersama , kejar-kejaran dengan ayah bunda, bermain lompat  - lari , dll. Selain melatih motorik kasar, juga menimbulkan rasa kebersamaan, yang dapat menimbulkan kehangatan keluarga.

5. Bermain Air.

Ajaklah anak anda bermain air, siapkan beberapa alat yang bisa mengapung dan tenggelam di air. Kemudian biarkan anak memilih mainan mana yang akan dimasukkan ke air. Amati respon anak, dan ajaklah diskusi , misal dengan: " lihatlah daun mengapun di air, kita amati yuk bagaimana daun tetap berada di atas air. Zia, lihatlah, bagaimana dengan batu, ternyata batu tenggelam didalam air." berilah pengertian seperti ini, kemudian tingkatkan permainan dengan mengajak anak menebak benda yang akan dimasukkan ke air, nantinya mengapung atau tenggelam, Berilah motivasi anak untuk melihat hasil kebenaran hasil terkaannya. Berilah motivasi dan respon positif.


Beberapa permainan di atas hanyalah sekedar contoh, tentu saja bunda dapat menambah variasinya.

Selamat mencoba.

Salam hangat abadi