Pages

Friday, May 10, 2013

Bagaimana mengoptimalkan Motorik Kasar

Selamat pagi bunda,

Bagaimana aktivitas di akhir pekan ini ? Tentu saja para bunda mempunyai beberapa rencana yang telah disusun bersama keluarga.

Pada periode lima tahun pertama kehidupan anak , motorik kasar sangatla pesat perkembangannya sejalan dengan perkembangan motorik lainnya yang berkembang sesuai dengan pertambahan usia dan kematangan saraf serta otot-otot anak. Tampak pada anak periode lima tahun pertama ini perkembangan motorik kasar adalah sebagai berikut , anak mulai dari memiringkan badannya, tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, melompat, berenang maupun bersepeda dll. Dalam tumbuh kembang motorik kasar ini tentu saja sangatlah besar peranan bunda, karena bunda akan menentukan perangsangan dan kesempatan kepada anak, sehingga mereka mendapatkan peluang untuk berkembang sesuai dengan usia perkembangannya.

Beberapa kondisi yang dapat merangsang perkembangan motorik adalah :

1. Faktor Genetik.
Anak yang mempunyai bentuk normal dengan kemampuan intelegensia tinggi umumnya lebih pesat kemampuan motoriknya.

2. Kondisi Pra Natal
a. Janin yang aktif biasanya cenderung berkembang menjadi bayi yang aktif pula, kecuali ada situasi dan kondisi yang menghambatnya.
b. Asupan gizi yang baik pada saat ibu hamil, memungkinkan perkembangan bayi yang lebih baik.

3. Kondisi Pasca Natal
a. Kondisi kesehatan , gizi dan nutrisi di bulan - bulan awal kehidupan bayi membantu perkembangan motorik yang lebih baik.
b. Adanya rangsangan, motivasi dan respon positif dapat mengoptimalkan perkembangan motorik.

Selain hal -hal yang dapat mendukung , ada beberapa hal yang dapat menghambat, misalnya:

1. Faktor Genetik, lahir dengan kemampuan intelegensia rendah.

2. Pada saat kelahiran mengalami kesulitan , terutama apabila disertai trauma di kepala.

3 Pola Asuh Orang tua:
a. Orangtua terlalu protektif , sehingga khawatir dan tidak memberikan kesempatan anak untuk melakukan latihan - latihan motorik dengan bebas. Pengasuhan seperti ini sering tidak disadari oleh orang tua, karena mereka biasanya bermaksud agar anaknya tidak cedera, takut terjadi hal yang tidak baik terhadap anak, sehingga orang tua membatasi atau sangat menjaga anaknya.
b.Perbedaan pola asuh orang tua, karena perbedaan jenis kelamin. Sering kali pola asuh dibedakan karena jenis kelamin anaknya berbeda, misalnya untuk anak laki-laki diberi kebebasan untuk berlatih motorik kasar, misal menendang bola, lompat, dll; sedangkan pengasuhan anak perempuan berbeda karena mereka menganggap anak perempuan harus santun , sehingga anak perempuan tidak diberi kebebasan sama dengan anak laki-laki.

Bunda terkasih, semoga dapat dipetik hikmahnya.

Salam hangat abadi